imaging is me
life is cicle
Tampilkan postingan dengan label Mencari ketenangan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mencari ketenangan Diri. Tampilkan semua postingan
Senin, 21 November 2011
Jangan kaya anak Kecil..
Mari kita perhatikan sifat anak kecil. Salah satu di antara sifat yang sangat menonjol adalah, sibuk memamerkan apa pun yang dimilikinya. Mulai dari pita rambut di kepala, anting, giwang, gelang, baju, celana, sepatu, kaos kaki, atau apa saja yang biasa di pamerkan. Walaupun ketika melakukannya ia harus menahan derita, karena bisa jadi ukurannya tidak cocok.
Jika ingin tahu sampai sejauh mana jiwa kanak-kanak masih melekat pada diri kita, silakan perhatikan sendiri sampai sejauh mana keinginan memamerkan aksesoris duniawi yang kita miliki. Terkadang, kita sampai menyiksa diri, “menebalkan” muka, meminjam sana-sini, mencicil, hanya demi keinginan dilihat, dipuji, dan dihargai orang lain.
Padahal, orang lain yang melihat, belum tentu tertarik dan memuji kita. Boleh jadi sebailknya, mereka merasa kasihan dan prihatin melihat kita yang kurang berkembang sikap kedewasaanya karena masih kekanak-kanakan.
Terkadang, kita mirip dengan etalase toko; segala macam aksesoris dipasang dan dipakai. Tentu saja, bukan berarti kita terlarang menggunakan sesuatu yang bagus dan layak. Namun, yang menjadi masalah adalah, niat dan kewajaran dalam menggunakannya.
Semua ini terjadi karena masih bergantungnya hati kepada topeng duniawi, akan tetapi, jika sudah semakin yakin bahwa kemuliaan sejati hanya datang dari Allah semata. Terlepas ada atau pun tiada “dunia” yang dititipkan, ditambah keyakinan mendalam bahwa semua harta yang ada total milik Allah semata, yang dititipkan sejenak saja, maka tak ada lagi kesempatan untuk menjadi sombong, takabur, ataupun pamer.
Selasa, 15 November 2011
Kenikmatan Dunia
Termasuk tanda cinta kepada Allah adalah bermunajat kepada-Nya di kegelapan malam. itulah munajat yang tidak dapat dibandingkan dengan kesenangan dan kegembiraan. hal ini disebutkan oleh Abu Sulaiman, "Malam hari lebih lezat bagi orang yang beribadah di malam hari dibandingkan mainan orang-orang yang lalai. Seandainya malam tidak ada, maka aku sudah tidak menginginkan tetap berada di dunia." Lihat Ihya Ulumuddin (1/423)
Ibnu Mukandar berkata, "Tidak ada kelezatan dunia yang tersisa selain 3 hal, yaitu ibadah malam, bertemu kawan, dan shalat berjamaah."
Langganan:
Postingan (Atom)


